Gudang Ceritakuwh.. (^^,)
Kamis, 19 Maret 2009
PARIS IN ONE DAY!
Penat dengan keseharianmu??
Pengen melepaskan semua kejenuhan?!
Nah, ini saatnya kamu bikin perjalananmu sendiri. Buat kamu yang punya budget lebih, gak ada salahnya iseng-iseng traveling ke luar negeri sendirian. Kamu bakal bener-bener merasa kaya petualang!! Gak hanya itu, kamu bakal lebih bisa mengenal dirimu sendiri dengan ngabisin waktu di tempat yang baru pertama kali kamu datengin.
Pengalaman ini pernah saya rasakan sekitar 1 tahun yang lalu, ketika saya mendapat kesempatan jalan-jalan ke Paris. Dengan waktu terbatas, biaya minim dan hanya bermodalkan peta, saya memulai perjalanan di kota Paris nan romantis.
Berangkat di pagi hari, disambut dengan angin kencang dan hujan rintik-rintik. Bukan cuaca yang tepat memang. Tapi apa daya, saya hanya punya waktu 1 hari untuk jalan-jalan. Maka, perjalanan pun tetap dilanjutkan.
Ada beberapa pilihan alat tr
ansportasi untuk berkeliling di kota Paris, yaitu public bus, kereta yang disebut RER, dan river-boat shuttle service yang disebut Batobus. Namun, Batobus hanya memiliki 8 tempat pemberhentian. Akhirnya, saya memilih menggunakan kereta selama perjalanan saya di kota Paris disamping lebih ekonomis juga lebih menghemat waktu. Dengan 18 Euro, kita bakal puas keliling- keliling Paris.
Pengen melepaskan semua kejenuhan?!
Nah, ini saatnya kamu bikin perjalananmu sendiri. Buat kamu yang punya budget lebih, gak ada salahnya iseng-iseng traveling ke luar negeri sendirian. Kamu bakal bener-bener merasa kaya petualang!! Gak hanya itu, kamu bakal lebih bisa mengenal dirimu sendiri dengan ngabisin waktu di tempat yang baru pertama kali kamu datengin.
Pengalaman ini pernah saya rasakan sekitar 1 tahun yang lalu, ketika saya mendapat kesempatan jalan-jalan ke Paris. Dengan waktu terbatas, biaya minim dan hanya bermodalkan peta, saya memulai perjalanan di kota Paris nan romantis.
Berangkat di pagi hari, disambut dengan angin kencang dan hujan rintik-rintik. Bukan cuaca yang tepat memang. Tapi apa daya, saya hanya punya waktu 1 hari untuk jalan-jalan. Maka, perjalanan pun tetap dilanjutkan.
Ada beberapa pilihan alat tr
Kota Paris banyak memberikan sensasi estetika dari arsitektur gedung-gedung tuanya. Mulai dari jalanan yang penuh dengan para pelukis sampai museum terkenal yang muncul dalam film Da Vinci Code.
Perjalanan saya dimulai dengan Arc de Triomphe. Arc de Triomphe adalah sebuah gate yang terletak di bagian barat laut kota Paris. Gate ini adalah tempat bertemunya beberapa jalan besar seperti Avenue Des Champs, Avenue Hoche, dan Avenue Foch. Apabila dilihat dari ketinggian, dapat dicermati adanya sebuah pola pentagon yang terbentuk dari jalan-jalan tersebut dimana Arc de Triomphe terletak di tengah-tengah sebagai pusatnya.
Berkelana sendirian, maka saya meminta seorang lelaki bule yang berasal dari Spanyol untuk mengambil foto saya. Ketika sedang asik ngobrol dengannya, ada pasangan yang mendekati, meminta tolong untuk diambil fotonya juga.
Seperti biasa karena rasa ingin tahu yang berlebihan, maka saya bertanya mereka berasal dari mana dan tak disangka-sangka ternyata mereka adalah orang Indonesia juga. Senang luar biasa rasanya bertemu dengan mereka karena cukup sulit menemukan orang Indonesia yang berkeliaran di Eropa. Sejak dari sini, mereka menemani saya berkeliling ke beberapa tempat.
Lalu, kami pun melakukan sedikit survei, dari spot mana yang paling baik untuk mengambil foto Eiffel. Nah, bagi Anda yang akan jalan-jalan ke Paris, jangan lupa untuk berhenti di stasiun kereta yang bernama École Militaire. Dari tempat pemberhentian inilah, angle terbaik menara Eiffel bisa Anda dapatkan. Seperti foto yang ada di samping inii..
Kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Louvre. Museum ini sangat populer di seluruh dunia. Museum Louvre memiliki banyak hasil karya original para tokoh seni dunia seperti lukisan Monalisa dan patung Aphrodite. Museum terbagi berdasarkan koleksi-koleksi yang dimilikinya seperti beberapa koleksi dari Egypt, dan koleksi lainnya yang berbau keagamaan. Anda dapat masuk ke museum ini secara cuma-cuma apabila umur Anda di bawah 26 tahun dan hanya berlaku pada hari tertentu saja.
Louvre Museum
Beberapa pengunjung berusaha
mengambil foto Lukisan Monalisa.
Setelah menghabiskan waktu beberapa jam disana, kami pun keluar dari museum. Disinilah kami harus berpisah karena mereka harus melanjutkan perjalanan ke negara lain. Akhirnya, saya putuskan untuk beristirahat sebentar. Saya kelelahan dan lapar bukan main. Mungkin terlalu excited jadi lupa makan. Sambil melemaskan kaki, saya mengeluarkan camilan dari tas.
“Kemana lagi saya harus pergi?”, pertanyaan itu terlintas dan saya melihat jam, masih ada cukup waktu ke satu tempat lagi. Hhmm..dengan berbagai pertimbangan, saya pun memutuskan untuk kembali ke Eiffel. Saya ingin melihat Eiffel di malam hari. Indah sepertinya. Namun, masih sekitar tiga jam lagi menuju senja. Saya terus menunggu di tengah dingiinnya kota Paris! Membosankan memang hanya ditemani sepotong besi pemutar lagu, Ipod. Akhirnya…! Rela menunggu berjam-jam hingga senja pun datang, menara yang hanya terlihat seperti tiang besi yang tinggi kini terang bercahaya membawa nuansa romantis pekat yang lekat bagi penikmatnya. Kututup cerita perjalananku di kota Paris dengan indahnya gemerlapnya Eiffel.

“Kemana lagi saya harus pergi?”, pertanyaan itu terlintas dan saya melihat jam, masih ada cukup waktu ke satu tempat lagi. Hhmm..dengan berbagai pertimbangan, saya pun memutuskan untuk kembali ke Eiffel. Saya ingin melihat Eiffel di malam hari. Indah sepertinya. Namun, masih sekitar tiga jam lagi menuju senja. Saya terus menunggu di tengah dingiinnya kota Paris! Membosankan memang hanya ditemani sepotong besi pemutar lagu, Ipod. Akhirnya…! Rela menunggu berjam-jam hingga senja pun datang, menara yang hanya terlihat seperti tiang besi yang tinggi kini terang bercahaya membawa nuansa romantis pekat yang lekat bagi penikmatnya. Kututup cerita perjalananku di kota Paris dengan indahnya gemerlapnya Eiffel.